CARA MEDITASI KEMBANGKAN KESADARAN PSIKIS

CARA MEDITASI KEMBANGKAN KESADARAN PSIKIS
Anand Krishna dan Dalai Lama

Pengalaman-pengalaman Psikis Manusia

Dalai-Lama-and-Anand-Krishna-holding-hand_-Sarnath-Varanasi_-9-Jan-2009
Anand Krishna dan Dalai Lama

Berikut, 2 latihan lanjutan untuk Pembersihan dan Pengembangan Lapisan Psikis (sambungan tulisan sebelumnya: Cara Meditasi Sederhana Membersihkan Energi Kita)

Inilah Panduan Sederhana Meditasi atau Teknik Sederhana Meditasi ini bisa dilakukan di rumah oleh pemula. Lengkapnya, silahkan baca buku: Neo Psychic Awareness, Gramedia Pustaka Utama, Anand Krishna, Jakarta, 2006.

buku seni memberdaya diri revisiDan latihan-latihan ini merupakan pengolahan lapisan Psikislapisan kedua dari 5 lapisan Kesadaran Manusia. Sebelumnya, perlu kita ulangi lagi, bahwa ada 5 Lapisan Kesadaran yang dimiliki Manusia (setiap manusia – sadar atau tidak sadar): FISIK, PSIKIS, MENTAL-EMOSIONAL, INTELEGENSIA DAN SPIRITUAL.

(baca buku:  Meditasi Untuk Manajemen Stres & NEO ZEN REIKI Untuk Kesehatan Jasmani dan Rohani, PT Gramedia Pustaka Utama, Anand Krishna, Jakarta, 1998)

 

Neo-Psychic-Awareness bukuSelanjutnya, mari kita simak penjelasan Anand Krishna tentang Makna lapisan Kesadaran Psikis yang kita kutip dari buku Neo Psychic Awareness, halaman 1: “…Perkembangan lapisan psikis membuat kita menjadi lebih “intuitif”. Tetapi, “intuisi” bukanlah indra keenam, ketujuh, atau entah keberapa. Kita memahami intuisi sebagai hasil dari “optimalisasi” semua indera; perluasan dari indera-indera yang berjumlah lima itu.

Ambil saja penglihatan sebagai contoh. Bila indera penglihatan Anda lebih baik dari penglihatan saya, bila mata Anda lebih sehat daripada mata saya, Anda dapat melihat lebih jelas daripada saya. Barangkali saya membutuhkan bantuan kaca mata untuk melihat sejelas Anda.”

 

“Pengalaman psikis bukan monopoli seseorang atau sekelompok orang. Pengalaman psikis juga bukan semata-mata hasil dari latihan tertentu. Pengalaman psikis dapat terjadi kapan saja, pada diri siapa saja, bahkan sebelum melakukan latihan apa pun untuk memfasilitasi pengembangannya.

Kebiasaan dalam keseharian kita, ketenangan kita, cara kita menghadapi suatu situasi dapa tmemfasilitasi “perkembagnan psikis”, perkembangan diri.

Kadang ketika kita tidur mengalami perluasan kesadaran

Kadang dalam keadaan tidur kita mengalami “perluasan kesadaran” tanpa disadari. Kita “merasa” melihat atau mendengar sesuatu, mendengar sebuah dialog misalnya, kemudian kita terjaga dan pengalaman itu kita anggap sebagai sebuah mimpi. Padahal, apa yang kita lihat atau dengar itu barangkali “benar-benar” terjadi. Dalam keadaan tidur, jiwa kita dapat menembus batas-batas buatan badan, dapat menembus jasmani itu sendiri.

Kadang kita mengharapkan “hubungan’ dengan seseorang petinggi atau seseorang yang sulit dijangkau, kemudian terjadi sesuatu atau kita berkenalan dengan seseorang yang dapat menghubungkan kita dengan orang itu, padahal kita tidak melakukan sesuatu, tidak berupaya untuk itu… seolah terjadi begitu saja.”

Menurut Anand Krishna, masih dalam buku Neo Psychic Awareness, Gramedia Pustaka Utama, Anand Krishna, Jakarta, 2006, halaman 8-9, mengatakan bahwa ada 3 ‘pengalaman psikis yang bisa dialami manusia:

1.Pengalaman ini bisa dikategorikan sebagai “pengalaman psikis”, yang disebut clairvoyance, yang terjadi karena “perluasan indera penglihatan”. (lengkapnya baca pengalaman Anand Krishna dalam buku ini terkait pengalaman clairvoyance)

2. Bila kita tidak melihat, hanya mendengar saja, pegnalaman itu disebut clairaudience yang terjadi karena “perluasan indera pendengaran”.

3. Sementara itu, yang disebut telepathy adalah hubungan antara 2 mind. Saya memikirkan sesuatu, dan Anda menangkapnya.

“Sesungguhnya kita semua pun sering mengalami telepati. Anda mengingat seseorang dan tidak tahu cara untuk mengontaknya… tiba-tiba orang itu mengontak Anda.

Pengalaman lain lebih sering terjadi: Di suatu pesta atau di tempat umum seperti mal, Anda memerhatikan seseorang bukan kenalan. Tiba-tiba ia menoleh ke belakang dan melihat Anda. Terjadi kontak mata.

Kejadian yang barangkali sudah sering terjadi seperti ini dapat digunakan untuk melatih kemampuan kita bertelepati.”

 

Latihan Kedua

“Belajarlah untuk menarik dan membuang napas selamban mungkin. Bila saat ini kita bernapas 15 kali dalam satu menit, dan dengan latihan siklus itu dapat diturunkan menjadi 5-9 siklus per menit, berusahalah untuk menurunkannya lebih lanjut menjadi 1-2 siklus per menit.

Perubahan ini tidak akan terjadi dengan 1-2 kali latihan atau dalam 1-2 minggu. Barangkali dibutuhkan beberapa minggu. Untuk itu, jangan sekali-kali memaksa diri, biarlah terjadi perubahan secara alami.

1. Seperti biasa carilah posisi duduk yang paling santai, nyaman, pejamkan mata.

2. Lakukan pernapasan perut. Tarik napas pelan-pelan, sambil mengembungkan perut, dan buang napas sambil mengempiskan perut. Jangan sekali-kali menahan napas.

3. Setelah beberapa kali bernapas seperti itu, mulailah menghitung napas Anda, kira-kira beberapa detik untuk menarik dan beberapa detik untuk mengeluarkannya. Jangan buka mata, tidak perlu melihat jam. Gunakan jari Anda untuk menghitung. Upayakan agar pengeluaran lebih lama dari penarikan.

4. Praktikkan selama kurang lebih sepuluh menit setiap hari.

5. Bila “penarikan” dan “pengeluaran” napas masing-masing sudah mencapai hitungan 20-30 atau sama dengan 20-30 detik, Anda sudah siap untuk memasuki latihan telepati.”

 

Latihan Ketiga

“Sebenarnya sudah bukan latihan lagi, kita sudah memasuki praktikum.

1. Datangi suatu tempat keramaian atau restoran.

2. Temukan “target manusia”, yaitu orang yang ingin dihubungi lewat telepati. Sebaiknya memilih seseorang yang tidak langsung berhadapan dengan Anda.

3. Sambil bernapas pelan sekali (1-2 siklus/per menit), kirimkan pesan Anda dengan jelas: “kau menoleh ke arahku dan melihatku.”

Bila Anda “belum” berhasil, jangan kecewa.

4. Ulangi beberapa kali hingga pada suatu ketika Anda berhasil.

 

Bila Anda masih juga belum berhasil, berarti napas Anda masih belum cukup pelan. Kembalilah pada Latihan Kedua selama 1-2 minggu sebelum memasuki lagi Latihan Ketiga.

Adalah sangat penting bahwa Anda melakukan latihan-latihan ini dengan semangat playfulness, jangan terlalu serius. Berhasil, oke… belum pun oke. Pada suatu hari Anda pasti berhasil.

Selain clairvoyance, clairaudience dan telepathy, masih ada yang disebut precognition, melihat sesuatu yang “akan datang”. Banyak orang menggunakan kemampuan precognition untuk “meramal’. Mereka malah menjadi “peramal professional” dan berjualan di tikungan jalan. Tentu saja tidak setiap ramalan mereka tepat, karena precognition bukanlah kemampuan yang melekat pada diri kita 24 jam sehari. Hanya pada saat-saat tertentu, ketika kita dalam keadaan tenang, kemampuan ini muncul ke permukaan. …

Sedikit tentang precognition atau yang umumnya dianggap sebagai kemampuan untuk meramal. Saya lebih suka menggunakan istilah precognition. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia menjadi sangat panjang: kemampuan untuk mengetahui hal-hal yang dapat terjadi. Ya, “yang dapat terjadi”, karena yang dimaksud persis itu. Kita tidak dapat menerjemahkannya sebagai “kemampuan untuk mengetahui masa depan”. Ada perbedaan yang jelas antara definisi pertama dan definisi kedua. Definisi pertama: “hal-hal yang dapat terjadi” berarti kita bicara tentang “kemungkinan-kemungkinan yang pasti”.sedangkan “mengetahui masa depan” berarti kita bicara tentang “kepastian tunggal”.”


Silahkan membaca arsip sebelumnya: Cara Meditasi Sederhana Membersihkan Energi Kita

Tertarik ingin mengembangkan KESADARAN PSIKIS?

Sila ikuti Kelas Ananda’s Neo Stress Management.

Dapat diikuti di kota:

JAKARTA:

Sukmawati: 08788 108 5601

Imus: 08788 511 1979

Joehanes: (SMS Only) 0811 14 4959

JOGJA, SOLO, SEMARANG:

Kiky: 0811258648

Mira: 081805844014

BALI:

Made Mulia: 087 861 228 171